Aku paham, seharusnya hari ini aku tidak sengedrop ini. Tadi pagi aku sudah berusaha untuk menstimulus diri agar kuat dengan membaca sebuah buku lama yang semalam aku temukan di tumpukan kertas-kertas usang di rak bukuku paling bawah yang sering sekali bermasalah karena over load. Tapi setelah sebuah kertas berbentuk persegi panjang berwarna kuning yang di bawa oleh Pak Moyo berpindah ketanganku, lagi-lagi aku berantakan. Pertama karena akhir-akhir ini aku sangat benci warna kuning! Kedua ,seperti biasa aku selalu terngiang tentang sahabat XI IPA 4 , mereka sulit sekali lepas dari ingatanku. Kenangan yang mereka buat selama ini benar-benar mencekamku hingga kea lam bawah sadarku. Belum lagi aku harus menerima kenyataan pahit duduk di meja paling depan. Hah, keluuu sekali rasanya hati ini, seperti diiris-iris pisau yang tajam dan diberi perasan jeruk nipis, PERIH! Aku masih coba kuat, lalu keluar kelas dengan wajah yang berantakan. Di depan pintu bertemu dengan sahabat XI IPA 4 yang juga sahabat seperjuangan, aku utarakan semua keluhanku, teriakan , nada kecewa, ketakutan, semua aku luapkan. Setidaknya aku bisa lebih lega, setelah bertukar cerita dan saling menyemangati , aku bergegas menuju XII IPA 2, biasanya kebanyakan alumnus XI IPA 4 berkumpul di sana. Kali ini aku tidak salah, mereka berada di sana, bertukar cerita dan keluh kesah. Aku pun tak jauh berbeda, aku juga utarakan kegundahan hati. Lalu saat aku akan pulang, ada seorang sahabat yang teriak memanggilku dan berkata “WITHOUT YOU…” , jleb.. aku rasa ada sesuatu yang menimpaku. Kata-kata itu semakin mengilhamiku untuk tidak beranjak dari ini semua. Aku ingin putar waktu, lalu berhenti di sana, saat semua terasa bahagia dan rata.
Aku teringat saat aku juga tertimpa hal yang sama, duduk di meja paling depan. Aku berantakan, hingga pada waktu akan masuk test aku nangis luar biasa. Akhirnya, si ketua kelas yang didakwa membuatku menangis di hakimi seisi kelas. Hahahaha, lucu sekali waktu itu , menyaksikan si ketua kelas panic melihatku menangis. Padahal , aku tahu niatnya Cuma bercanda tapi entahlah aku terlalu takut. Akhirnya si ketua kelas berjanji akan membantuku saat test nanti. Aku sebenarnya sudah tidak banyak berharap, karena posisi dudukku benar-benar tidak menguntungkan. Tapi diluar dugaan, seisi kelas malah juga turun tangan membantuku, dari absen 19-34, mereka semua membantuku.
Aku utang budi banget sama kalian semua, terutama sama absen 19, kau adalah mesin otak kami, kau luar biasa, berhati malaikat, terima kasih. Lalu untuk absen 20 makasih banget telah bersedia menjadi perantara dan juga tempat tanyaku yang sabar . Absen 21, makasih kamu sudah tepati janji,. 22, walau pun agak letoy tapi makasih juga udah jadi perantara dan penenang saat kepanikan menghantuiku. Absen 23 kau juga sangat berjasa, kau adalah penggerak kesolidtan kita. Makasih! Absen 25 , makasih sudah mau jadi perantara dan berdiskusi denganku. Absen 26 makasih udah peduli dan nyemangatin aku. Absen 27 makasih udah selalu nanyain aku udah selesai apa belum. Absen 28, makasih udah selalu ngemong aku, ngajari aku. Makasih pokoknya buat kalian semua! MAKSIH BANGET!
Aku paham kok, kalian itu nggak terganti. Aku paham kalian adalah kisah terindah.
Tapiiii… sekarang semua sudah tidak seperti dulu lagi.
Kita berjuang dengan takdir kita sendiri-sendiri. Raga kita jauh, tapi semangat kita tetap satu. Kita tetap 1 rasa sama rata, kita tetap XI IPA 4!!!!! Kita tetap berjuang bersama walau dengan kondisi yang tak sma.
Tolong bantu aku agar tetap kuat, kita bisa. Pasti kita bisa.. PASTI!!!
Tunjukkan pada semua bahwa kita adalah
X I I P A 4..
Besok selasa, perang dimulai. Setiap dari kita pasti mengharapkan yang terbaik, begitu pun dengan aku. Saling mendoakan dan memberi semangat yaa. Kita langkahkan kaki dengan semangat juang tinggi, runtuhkan semua ketidak berdayaan!!
Jangan berhenti karena kebersamaan kita, yaa :)
WISH WE LUCK!!!!!


0 komentar:
Posting Komentar