M. U. A. K.

Minggu, 18 Desember 2011


17 Desember 2011 sepertinya benar-benar menjadi hari kehancuranku. Seumur hidup, selama aku sekolah ini adalah hasil terbuuuuuuuuuuuuuuuuuuuruuuuk yang pernah aku raih. What’s wrong with Me??? Aku sudah usaha, mencoba percaya dengan apa yang kubisa, kuupayakan belajar sekuat tenaga, tapi kenapa hasilnya seburuk ini.. see! Aku terbodoh kali ini..
Aku dipaksa bodoh oleh keadaan, aku tak punya daya melawan mereka, mereka yang punya nyali tengok kanan-kiri, ngipet sepanjang tes dilaksanakan. Sedang aku yang duduk tepat di depan pengawas hanya bisa duduk dengan posisi sangat tidak nyaman, tegang, dan sesekali merasa ingin menoleh atau mengambil hp di saku rok. Tapi ketakutanku pada sang pengawas yang bermata stereo meruntuhkan semua niatku. Kuurungkan lagi niatku, lalu kubungkam rasa tidak berdayaku. Aku mengerjakan lagi dengan banyak mengandalkan keberuntungan.
Selesai tes, semua siswa keluar dari ruangan dan menceritakan apa saja yang mereka alami di dalam ruangan. Tentang hp mereka yang lupa di silent sehingga berbunyi saat sms dari teman yang mengirim jawaban masuk, atau tentang keberhasilan mereka browsing. Ini sedikit potret kerancuan saat tes semesteran. Ini tahun 2011, dimana teknologi membuat semua penggunanya kalap! Bahkan pelajar yang seharusnya tak melakukan hal bodoh ini. Ini bukan lagi zamannya lempar kertas sana-sini, bukan zamannya ngasih kode. Ini zamannya internet! Zamannya sms! Bahkan ada siswa  yang membawa 2 hp ,karena jika ada razia hp dia masih punya satu hp untuk berkomunikasi tukar jawaban dengan teman sekelas atau bahkan luar sekolah atau setidaknya browsing.
Apa ini salah siswa?? Yaa, siswa memang salah, tapi apa sepenuhnya salah mereka??? Tentu TIDAK!!!! Sekolah, guru, orang tua, hanya menuntut siswa mendapat nilai bagus saat rapor dibagikan. Tanpa mau tahu prosesnya! Hah… toh juga tidak ada yang menanyakan bagaimana jawaban ini dihasilkan  saat LJK dikoreksi oleh sang mesin otak. Ancaman masuk ruang khusus yang ditujukan untuk siswa yang berbuat curang pun sama sekali tidak efektif! See! Masih banyak yang berani curang! Pengawas hanya cenderung mengawasi apa yang ia lihat saja, banyak hal yang harusnya mereka awasi, tapi faktanya mereka hanya melihat tidak memperhatikan! Kalau pun memperhatika ia hanya memperhatikan yang ada disekitarnya, jelas siswa yang duduk di bangku paling depan menjadi orang yang paling siaal!
Bagi siswa yang punya IQ di atas rata-rata mungkin berekompetisi dengan siswa-siswa yang curang bukanlah hal yang sulit. Tapi tolong, lihat kami yang punya IQ jongkok! Rasanya ingin mati saja bersaing seperti ini! Muak!!!
Beruntung bagi siswa yang kalah bersaing lalu mendapat nilai jelek dan orang tua atau pun kerabatnya mau menerima alasannya dan tetap member dukungan.
Beda denganku, mungkin bagi kakakku alasanku mendapat nilai jelek karena kalah bersaing dengan orang-orang curang itu hanyalah alibi klasik! Bodohnya aku, seharusnya memang sejak awal aku diam saja, mengakui kebodohanku dan ketololanku, karena percuma.. mau sampai mulutku berbusa pun, kata-kataku hanya disangka alibi saja.
Aku juga tak habis pikir, guruku yang selama ini memaksa muridnya untuk jujur kini malah ikut memojokkan siswanya yang berusaha jujur walau pun mendapatkan nilai jelek. Emb, bukan memojokkan tapi menasihati di tempat yang tidak tepat.
Aku juga khawatir dengan wali kelasku, yag mungkin saja akan mebanding-bandingkan aku dengan kakakku. Ahh…
Tertekan, kehancuran yang sebenarnya baru akan dimulai. Saat aku ke rumah kakung dan ketololanku akan dibongkar oleh kakakku di depan keluarga besarku.
Pertanyaan mereka tentang PMDK atau apa pun mungkin hanya akan aku balas dengan senyum kecut. Lalu ledekan dari kakakku entah akan aku tanggapi dengan sikap bagaimana. Kadang, aku benci sekali dengan kakakku. Ia tak pernah ada untukku, bahkan saat aku benar-benar bingung memilih jalan hidup. Waktu itu aku diminta mengisi formulir tentang rencana kuliah. Jujur, aku belum punya bayangan sama sekali. Aku lalu sms kakakku, berharap ia akan membantuku memeberi solusi. Haha, seperti dugaanku sebelumnya smsku hanya seperti angin lalu, tak dianggap! Sedang aku lihat teman-temanku , mereka bisa utarakan cita-cita mereka dengan kakak atau pun orang tua mereka. Ayahku baik, tak pernah mamaksaku tapi inilah yang mebuatku sungkan. Aku tahu Ayah sangat berharap aku kuliah mengambil jurusan mipa, setidaknya fisika atau matematika. Tapi sedikit pun aku tidak ingin ke sana, aku tak punya bakat untuk itu. Ayah selalu mengangap aku akan bisa jadi seperti kakaku, menyandang gelar sarjana fisika. Ayah tak pernah bertanya padaku apa minatku. Aku pun sungkan mengutarakannya.
Aku sangat suka sastra, aku suka menulis, aku suka membaca. Aku juga telah mematenkan bahwa inilah bakatku. Tapi sulit untuk mempublishkan ini pada Ayah apalagi kakakku. Aku tahu prospek kedepannya jika aku masuk kuliah jurusan sastra sangat tidak jelas. Sekarang sudah banyak penulis handal. Dan aku, aku hanya penulis kacangan.
Hemh…  aku harus berbuat apa??
Huh, sekarang aku mencoba lebih enjoy. Persetan dengan kakakku yang akan menghinaku, persetan dengan orang-orang yang akan mempublish ketololanku dan membanding-bandingkan aku dengan kakakku. Persetan dengan semua itu!!!!!!!! Cerdas itu bukan hanya milik SARJANA FISIKA!!! Camkan itu!!!!!!!!!!!!!! Aku yakin TUHAN akan memberiku keindahan padaku setelah ini, entah kapan dan bagaimana. Terkadang ada hasrat ingin berhenti, tapi janjiku pada Ibu??? Ibu di sana pasti masih menungguku menepati janji.. yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aku harus memaksimalkan bakatku! Persetan dengan semua rintangan yang sangat pelik ini. Aku pasti akan diberi jalan terbaik oleh ALLAH!!!!!!!!!!!!Aku tidak peduli apa dan bagaimana aku kedepannya. Aku sekarang focus menulis, barangkali ada kesempatan untukku menunjukan pada Ayah dan kakakku bahwa aku bisa sukses dengan jalan yang aku pilih.
Hidup memang keras, jalan munuju kesuksesan yang sesunggunya itu memang terjal, banyak tanjakan dan berliku. Apa susahnya bertahan jika setelah semua hambatan ini akan di dapat keindahan yang sesungguhnyaa..
Fighting!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

0 komentar:

Posting Komentar