KOTAK PENSIL

Senin, 15 November 2010

Aku masih saja sibuk memilih tempat pensil yang lucu di salah satu  toko aksesoris di suatu Mall. Terus ku jelajahi benda-benda imut itu sampai aku lupa waktu.
“Dek, udah sore loch… pulang yuk…” ajak Mas Vi yang sedari tadi menungguku
“Ya mas, bentar lagi deh.. belum nemu yang pas nih.. “ ujarku sambil memilih tempat  pensil.
Mas Vi nampak sedikit kesal karena sudah menungguku cukup lama, namun kubiarkan saja karena aku masih sangat ingin mencari tempat pensil warna biru muda idamanku yang kulihat di majalah kemarin.
Selama memilih tempat pensil, aku melihat suasana di sekelilingku. Ada rasa iri yang perlahan mulai mengusikku. Aku dikelilingi banyak pasangan anak dan ibunya, yang nampak asyik memilih barang-barang lucu seperti tali rambut , gelang, bros dan aksesoris lainnya. Hem. . rasanya aku juga ingin seperti mereka mengajak ibuku berbelanja seperti mereka. Kalau saja sore ini aku masih bisa mengajak ibu menemaniku berbelanja mungkin aku tidak akan sepusing ini memilih puluhan benda mungil yang menggodaku. Karena ibu pasti akan memberi saran yang dijamin cocok dengan seleraku. Walaupun aku sebenarnya sudah cukup senang ditemani Mas Vi yang super duper baik walaupun agak crewet dan nyebelin. Tapi ibu, tetap saja memberi nuansa yang berbeda di setiap situasi hidupku. Ibu yang memberi ketenangan, keyakinan, dan kekuatan yang menjadi bahan bakar semangatku.
“Hei,,, ayo… udah dapat ?” Suara Mas Vi tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
“Ups, kasih aku waktu 10 menit lagi ya mas, aku janji 10 menit lagi pasti selesai…plis….!” Rayuku dengan sekuat tenaga.
“ Ya udah, cepet…!” Mas Vi kemudian keluar dan meninggalkanku sendiri.
Tapi aku cuek aja jalan sendiri.Aku kemudian meneruskan mencari-cari tempat pensil itu, yup…  Alhamdulillah dapat, ternyata tinggal satu.Tapi, ada seorang ibu yang usianya mungkin seusia dengan ibuku juga sedang ingin mengambil tempat pensil itu. ku urungkan niatku untuk mengambil tempat pensil itu dan kupersilahkan ibu itu untuk mengambilnya. Namun ibu itu mencoba menolak.
“Saya tidak terlalu suka dengan tempat pensil itu bu, untuk ibu saja.. “ kataku sambil memberikan tempat pensil itu.
“Terimakasih dek, anak ibu sangat menginginkn tempat pensil ini.” Kata ibu itu dengan wajah berseri karena sudah berhasil menemukan tempat pensil idaman anak perempuannya..
“Ya bu, sama-sama, saya duluan ya bu… Assalamu’alaykum..^^..
“Hati-hati ya dek, Wa’alaykumssalam..”
Jujur, aku kecewa karena aku nggak bisa dapatin tempat pensil idamanku, tapi senyum ibu tadi menjadi penawar kekecewaanku. Hem, senyum dari seorang ibu yang sangat mengidamkan kebahagiaan anaknya. Persis dengan ibuku, , , , ,
Akhirnya aku putuskan untuk pulang, kutemui Mas Vi yang sudah ngedumel aja. Sepanjang perjalanan pulang, Mas Vi hanya diam, gak seperti biasanya yang cerewet dan galak abis. Tiba-tiba , di tengah perjalanan ia memotong jalan, dan aku paham betul itu bukan jalan  menuju rumahku.
“Mas, mau kemana?” tanyaku penuh penasaran.
Tapi lagi-lagi Mas Vi hanya diam. Hem, tapi nampaknya aku tahu mau dibawa kemana sama si mas, , yap… makam ibu..
“Kenapa kesini ? bukannya tadi buru-buru mau sampek rumah ya”
“Bentar aja kenapaa? Gak boleh?”
“Boleh aja, sewot amat sih kamu mas..?”
“Biarin…”
“Dasar nyebelin … >.<!!” ujarku sambil membersihkan makam ibu yang sudah mulai di tumbuhi rumput-rumput liar.
“Nyebelin tapi ngangenin kan? Oh iya, nih buat kamu…” kata Mas Vi sambil memberikan sebuah bungkusan kado untukku..
“Iya sih,hehehe… apa nih?”
“Buka ajah…”
“oke..” kataku mengiyakan dan membuka kado itu, ,
Aku kaget bukan main ketika aku melihat kado itu adalah kotak pencil yang aku inginkan.
“Kok bisa sih Mas?”
“Ya bisalah, tadi aku lihat semua yang kamu alami dengan ibu-ibu tadi. Dan sebenarnya,sebelumnya aku sudah lihat kotak pensil yang kamu idamkan itu di toko sebelahnya, ketika kamu memberikan kotak pensil itu pada ibu tadi aku langsung berlari menuju toko sebelah yang ternyata juga hanya tinggal satu.”
“Kenapa gak bilang dari tadi kalo ada kotak pensil ini di toko sebelah?”
“Ya mana aku tahu, kamunya gak bilang, lagian kalo aku kasih tau. Kamu gak akan mengalami kejadian seperti tadi yang mengajarkanmu tentang banyak hal kan?”
“Iya sih… trus kenapa ngajak aku ke makam ibu?”
“Aku tahu, kamu rindu ibu. Aku ini kakakmu, gak perlu kamu katakana apa yang kamu tengah rasakan terkadang aku sudah tau dari gelagatmu. Aku melhat dari matamu itu adikku sayang.. ^.^”
Aku tak lagi mampu berkata apapun, sejenak aku terdiam. Aku galau, tapi bahagia miliki kakak yang super duper pengertian seperti mas Vi. Seketika itu juga, aku menagis sejadi-jadinya di pelukan Mas Vi dan di dekat makam ibu….. ini tangisan kebahagiaan penuh syukur atas anugrah yang tiada tara dari-Nya…

Nasehat Para Guru.. ^^

^^Ngendikane Pak Ali
“Kudu tekun ben entuk teken, yen entuk teken bakale tekan.”

^^Ngendikane Bu Shanti
“Ditelateni opo sing disenengi.”

^^Ngendikane Pak Dwi
“Semua butuh proses,  keberhasilan dan kegagalan hanyalah pasang surut kehidupan.”

^^Ngendikane Pak Probo
“Ketika kamu terjatuh (gagal), jangan membuat dirimu semakin tersungkur. Bangun dan berlarilah….!!!!! Karena perjalanan ini masih panjang,belum ada ½ perjalanan, Bangkitlah..!!!jangan putus asa, percayalah , selalu ada hikmah di setiap kegagalan yang menyakitkan. Berusahalah , berdo’alah, dan mintalah do’a restu dari bapak ibumu. Ingat,,!! Orang SUKSES itu tidak harus PINTAR…!!”

^^Ngendikane Pak Gakko
“Anak muda, jiwanya juga harus muda..!! masa’ anak muda jiwanya tua?? Jangan  Kebanyakan ngeluh…!! “

^^Ngendikane Pak Rizal
“Ngapain musti rame pas pelajaran, karena dosis rame sebenarnya sudah jauh lebih banyak daripada dosis mendengarkan atau kondisi konsentrasi kita.”

^^Ngendikane Pak Welry
“Panasnya kelas tanpa AC itu gak ada apapanya  sama panasnya neraka, jadi ga usah banyak ngeluh…!!”

^^Ngendikane Bu Pur
“Nek nggarap soal ki mbok sing rada maksut… ^^..”

^^Ngendikane Pak Tedy
“Kalau masih mau makan nasi dalam jangka panjang, milikilah tekat untuk jadi petani, karena saat ini bisa dilihat petani-petani itu kebanyakan orang tua yang sudah rentan,kalau gak ada generasi mudanya. Kita mau makan apa nantinya?. Maka ubahlah persepsi tentang petani yang katanya hidupnya gak penak itu. jadilah petani modern berilmu.”

^^Ngendikane Bu Giyarti
“wakil rakyat seharusnya merakyat seperti lagunya Iwan Fals..”

^^Ngendikane Bu Anggar
”Ketika kita mau ujian. Seperti seseorang yang akan berpergian. Memerlukan uang untuk bekal atau modal. Ketika akan berpergian menggunakan bus umum misalnya, kita tidak bisa hanya membawa uang yang nominalnya besar saja atau sebaliknya. Kita harus membawa uang dari nominal yang kecil hingga besar. Tujuannya , agar ketika kita ingin ke kamar kecil, atau memberi uang pada pengamen kita tida perlu panic atau bingung kareba kita sudah meniapkan uang receh. Layaknya dalam ujian  kita harus mempeajari materi dari yang termudah, sedang, hingga yang sulit. Agar kita bisa lancar dalam mengerjakan.”

^^Ngendikane Bu Eka
“Hidup bagaikan menyelam di laut untuk mencari mutiara dengan bekal oksigen. Selama oksigen itu masih , carilah mutiara itu sebanyak-banyaknya karebna itutujuab pertamamu menyelam. Dan, janganlah tertipu dengan keindahan makhluk yang ada di laut lainnya. Seperti ikan, rumput laut. Karena ke duanya jika terkena panas matahari akan mati. Sedangkan mutiara jika terkena panas akan tampk bersinar.

^^Ngendikane Pak Bambang
“Kalau ingin selamat, CITA dulu baru CINTA, buat masa depan kok coba-coba”



Guruku hebat-hebat kan… ^^

imajinasiku...

Rabu, 10 November 2010

Hem… rasanya masih sama seperti pertama kali aku menatap wajahnya. Masih ada getaran rasa yang sangat janggal yang kurasakan. Tapi kembali kuabaikan, kuraih satu botol susu kedelai yang biasa ia antarkan ke tempat kostku tiap pagi.
“terimakasih bu..” ujarku sembari memberi ibu fatimah uang untuk membayar pesanan susu kedelaiku pagi ini.
“iya non Ghina, sama-sama..” jawab ibu fatimah dengan senyum khasnya, dan perlahan meninggalkanku.
Aku belum beranjak dari pintu gerbang , aku masih memeperhatikan langkah gontai wanita yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu. hem.. ku hela nafas panjang sembari menutup pagar dan bergegas masuk kamar kostku. Pagi ini, aku harus mempersiapkan mental karena aku harus melaksanakan 3 ulangan sekaligus, ditambah tugas matematika yang sama sekali belum terjamah olehku. Huf… jalan keluarnya hanya satu, berangkat pagi dan nyari mangsa sebagai donatur jawaban matematika.
Usai sarapan dan meneguk segelas susu kedelai, kusempatkan merapikan jilbabku.dan, aku bergegas melangkahkan kaki menuju SMA N 94 JOGJA,tempatku menimba ilmu. jarum jam masih menunjukkan pukul 06.30 wib. Padahal biasanya aku berangkat pukul 06.50. hem, ini semua demi matematika. Dipertengahan jalan kujumpai kerumunan orang yang tengah menolong seorang anak yang baru saja di tabrak lari oleh mobil mewah. Aku merasa sangat penasaran, kudekati korban kecelakaan itu dan dengan teliti kuperhatikan wajahnya.  Tak salah lagi, dia adalah Faros , anak laki-laki Ibu Fatimah yang masih duduk di bangku SMP kelas 1. Kudapati tubuhnya terkapar lemas, dengan keadaan bersimbah darah. Tak lama kemudian, saat nafasku masih terengah-engah karena aku kaget luar biasa,sudah terdengar suara ambulance yang siap membawa dan memberi pertolongan pada Faros ke rumah sakit terdekat. Seketika , aku melupakan tugas matematika ataupun ulangan hari ini. Sedikitpun aku tidak lagi peduli. Aku sangat khawatir dengan keadaan Faros yang mengeluarkan banyak darah. Tanpa pikir panjang, aku ikut mengantar Faros ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Faros langsung mendapat perawatan intensif. Kata dokter, Faros mengalami benturan dengan benda tumpul yang cukup keras dikepalanya, hingga mengeluarkan banyak darah. Dan harus secepat mungkin melakukan transfusi  darah. Aku bingung luar biasa, karena di PMI terdekat sudah tidak ada stok darah yang sesuai dengan golongan darah Faros. Kemudian baru kuingat kalo golongan darahku sama denga Faros,. Alhamdulillah setelah di cek up, aku diperbolehkan melakukan donor darahi. kuberanika diri untuk melakuka donor darah. Hem… deg..degan banget.. setelah selesai, karena mungkin belum terbiasa aku merasa lemas, beruntung dapat segelas susu dan sebutir telur rebus. Cukuplah untuk mengembalikan kondisi tubuhku. Buru-buru aku bawa 1 kantong darah hasil donorku menuju Rumah Sakit. Hem.. sesampainya di rumah sakit, ternyata 1 kantong darah itu belum cukup. Kuputuskan untuk menjemput ibu Fatimah yang sedari tadi aku telfon tidak diangkat. Dengan berat hati aku harus meninggalkan Faros untuk sementara waktu.
Karena keadaan yang sangat mendesak, aku harus rela menggunakan uang makanku hari ini untuk naik taxi. Pikirku . tak apalah yang penting Faros bisa cepat sadar. Sesampainya di kontrakan ibu Fatimah, aku bergegas mengetuk pintu dan mengucap salam. Sembari menunggu dibukakan pintu, aku masih sangat sibuk membersihkan baju seragam osis yang tengah kukenakan terkena darah Faros ketika aku mencoba menyadarkannya tadi. Cukup lama aku menunggu dibukakan pitu, tapi Ibu Fatimah tak juga keluar. Dengan keadaan panic dan bingung tidak karuan, aku buka pintu rumah Ibu fatimah yang ternyata tak dikunci. Saat aku sampai di ruang tamu,aku dikejutkan dengan sebuah foto tua yang sudah sangat berdebu, usam dan bahkan bingkainyapun sudah tidak terawatt lagi. ada aku disitu… terlihat jelas aku sedang berada digendongan ibu fatimah, aku terlihat sangat nyaman sekali di gendongan ibu fatimah.
Apalagi ini ?? gumamku dalam hati. Siapa ibu fatimah sebenarnya? Apa hubunganku dengannya ? kenapa bu fatimah punya fotoku saat aku masih berumur 2 tahun ?
Berjuta pertanyaan yang sangat mengganjal di pikiranku saat itu membuatku tak dapat lagi berfikir jernih. Namun,harus kusingkirkan dulu masalah foto itu, aku kembali terjaga dari lamunanku tatkala wajah Faros mulai menyeruak dalam benakku. Kembali aku mencari Ibu fatimah yang sedari tadi belum juga kujumpai. Harapanku setelah bertemu Ibu fatimah aku bisa mendapat penjelasan tentang foto ini dan bisa segera menolong Faros.  Sesampainya di dapur, aku kembali tercengang luar biasa. Ibu fatimah terkapar di sudut dapur , dengan keadaan sudah tak bernyawa lagi. aku menangis sejadi-jadinya. Kemudian, aku berlari minta pertolongan warga. Setelah itu, jasad Ibu fatimah dimandikan dan dikafani, semua biaya diperoleh dari warga sekitar. Karena Ibu Fatimah tak lagi memiliki suami atau sanak saudara, ia hanya tinggal bersama Faros. Hingga sore hari aku masih tertahan di kediaman ibu Fatimah. Entah, aku merasa sangat kehilangan, dan sedari tadi air mata ini masih belum bisa berhenti. Aku rapuh, , , , , , lantas, aku telfon ummiku yang berada di Solo, kuceritakan semua yang terjadipadaku hari ini. Dengan suara yang tersendat-sendat. Terdengar dari suara nyaringnya, ummi juga terdengar sedang menangis. Karena aku tak mau membebani ummi terlalu berat , kuputuskan untuk menghentikan pembicaraan itu, ummi dan abi juga akan melayat ibu fatimah sore ini juga, sebelum jasad ibu Fatimah disemayamkan. Sekitar 1 jam, ummi dan abi sampai di kediaman bu fatimah, aku lantas berlari dan memeluk ummi sekuat ragaku. Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan ummi. Ummipun juga terlihat berlinangan air mata. Dengan perlahan beliau menuntunku masuk mendekati jasad ibu fatimah. Kemudian setelah sholat jenazah, ummi menceritakan semuanya.
“Ghina sayang,   ummi ingin menceritakan sesuatu hal kepadamu” ucap ummi yang terlihat sedang menahan air matanya..”
“apa ummi??” tanyaku sangat penasaran.
“begini, kamu tahu kenapa kamu ada di foto itu?”Tanya ummi sembari menunjuk foto tua yang tadi kulihat.
“enggak…”
“kamu tahu kenapa kamu sangat merasa kehilangan ibu fatimah?kamu tahu kenapa kamu sangat khawatir saat faros kecelakaan?dan kamu tahu kenapa golongan darahmu sama dengan faros?” tanya ummi yang semakin membutku bingung.
“ya karena aku sudah dekat dengan mereka mi.. dan kalau goldar mungkin kebetulan saja..“ jawabku ringan.
“ghina sayang, semua itu bukan sekedar kebetulan, semua itu terjadi karena darah yang mengalir di tubuh Faros dan ditubuhmu berasal dari seorang ibu yang sama, yaitu ibu Fatimah..” kata Ummi dengan mata yang berkaca-kaca.
Fikiranku lantas kacau seketika, bahkan aku pingsan. Aku tak tau harus berkata dan bertanya apalagi. Badanku lemas, gemetar, dan wajahku pucat. Selama ini aku tinngal bersama abi dan ummi yang ternyata bukan orang tua kandungku.. dan ibu kandungku telah terbujur kaku dihadapanku saat ini. Setelah aku sedikit lebih kuat, aku peluk jasad ibuku, kucium keningnya, untuk yang terakhir kalinya. Aku mengantarnya ke tempat peristirahatannya yang terkhir selepas adzan azhar sore itu. aku kembali roboh ketika jasad ibuku di masukkan keliang lahat. Aku tak kuat…!!! Usai pemakaman, aku belum siap mendengar penjelasan lebih lanjut terkait statusku pada ummi. Tapi, abi mendesak agar ummi segera bercerita agar semua urusan cepat selesai. Pikirku, ya sudah biarkan semua terselesaikan hari ini juga. Ummi lalu mulai bercerita.
Dulu, ketika aku masih berusia 2 th, ayah kandungku meninggal dunia. Kala itu, sebenarnya ibu  masih sangat semangat untuk menghidupiku dan faros, namun.. tiba-tiba perhara besar menerjang kehidupan ibuku lagi.. Sebenarnya, ibu tak berniat sedikitpun untuk menyerahkanku ke keluargaku yang sekarang. Tapi, waktu itu ibu terdesak oleh keadaan. Ibu kembali diuji, saat aku terserang penyakit yang cukup parah,ada tumor ganas yang bersarang di kepalaku. sehingga aku koma dan harus segera dioprasi . ibu bingung mencari biaya untukku, hingga pada suatu ketika, ibu bertemu dengan keluargaku yang sekarang. Yap, ummi dan abi membantuku, tapi dengan 1 syarat. Aku harus menjadi anak ummi dan abi. Ibu bingung tak karuan, namun demi nafasku ini. Ibu merelakan semua kebahagiaannya, mengesampingkan egonya.
Sontak air mata ini mengalir begitu derasnya,,, sejujurnya aku sangat marah dengan Ummi, karena memisahkanku dengan ibu.. tapi apa dayaku ?? aku seharusnya berterimakasih untuk semua hal yang telah ummi dan abi berikan padaku. Kasih sayang, pendidikan, dan biaya hidupku selama ini.  Aku kecewa, tapi tak sepantasnya aku menyalahkan siapapun. Ini takdir Allah, yang harus aku jalani..
Hem, Ummi melanjutkan ceritanya, ketika aku lulus SMP, Ummi memintaku untuk masuk SMA di Jogja tujuannya juga agar aku bisa dekat dengan ibu. Tapi, tentunya tanpa sepengetahuanku kala itu. hemh…. Aku menghela nafas panjang, aku mencoba merelakan semua yang telah terjadi… insyaAllah aku ikhlas..
Sekian lama kita berbincang, pikiranku kemudian tertuju pada Faros. Dengan cekatan aku, ummi , dan abi tancap gas menuju rumah sakit. Sesampainya di sana, Alhamdulillah, Faros sudah sehat kembali. Ia telah mendapat trasfusi darah, dan luka dikepalanya tak separah yang diduga. Dengan kata-kata yang kupadukan menjadi sebuah kalimat yang sama sekali tak beraturan, aku jelaskan perlahan apa yang telah terjadi dan siapa kau sebenarnya. Karena selama ini hanya Ibu Fatimah serta abi dan ummi yang tau statusku yang sebenarnya. Faros menangis dan memelukku dengan erat. Dia kaget luar biasa. Namun rupanya, dia juga sangat pandai mengontrol emosinya. Hem… aku tak mau terlampau larut dengan kesedihan ini… akhirnya , abi mengambil keputusan untuk merawat Faros, dan kita berempat tinggal bersama. Namun, aku tak mau pindah sekolah. Aku tetap bertahan .. demi ibu, bapak, ummi, dan abi.
Dari semua hal yang terjadi, aku belajar untk menghargai takdir, mengikuti scenario yang dibuat Allah untukku, karena aku yakin inilah yang terbaik dari yang terbaik untukku dan semua yang terlibat dalam hidupku.

Kini, disetiap pagiku tak ada lagi yang mengantar susu kedelei favoritku. .. ..

Ya Rabb,,, berikan kekuatan padaku,,, lindungi keluargaku.. berikanlah cahaya terangmu untuk bapak dan ibu di sana… semoga kelak, kami bisa dipertemukan dijannah-Mu…

jangan salahkan cinta..

Aku dilanda bingung luar biasa, tetkala jutaan pertanyaan dari teman-teman dekatku seolah memojokkanku dan menjadikanku seperti tersangka. sudah hampir sejam mereka menghakimiku dengan beragam pertanyaan di taman belakang sekolah.  Karena batin ini tak lagi mampu menampung segala macam ucapan mereka, dengan spontan aku berteriak. .
“Cukup, dengar penjelasanku dulu ! ! “ teriakku sambil menitikan air mata.
“Apalagi yang mau kamu jelaskan ?” Sahut Hafsoh dengan nada menyiindir.
“Banyak hal Haf… tolong beri aku sedikit waktu untuk bicara, mungkin bukan untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi setidaknya untuk memulihkan sebagian hatiku yang mulai rapuh. !” balasku dengan nada sedikit kasar.
Memang, aku tak lagi setegar atau sekuat dulu. Sudah hampir 3 hari terakhir ini, Hafsoh, Bella, Aisyah, dan Sintin selalu mnghujatku dengan pertanyaan yang panas. Masalahnya mungkin sepele dan sudah sangat wajar untuk kalangan remaja seusia kami, tapi tidak bagi kami. Awal mula masalah ini terjadi saat kami berkunjung di perpustakaan sekolah sekitar 2 bulan yang lalu. Ketika aku ingin mengambil buku tentang sastra, tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang laki-laki yang tengah sibuk memilih buku sastra juga yang berdiri tepat di sampingku, dia adalah kakak kelasku. Entah apa yang kurasakan , tiba-tiba hati ini seperti bergejolak tak karuan. Sempat kuabaikan perasaan itu. Pikirku, mungkin itu hanya perasaan kagum saja.  Kucoba buang jauh-jauh semua rasa itu, yang aku sadari jika terlalu lama aku pelihara akan menumbuhkan benih-benih cinta . hem.. untuk menjernihkan fikiranku, aku putuskan untuk membuka akun FBku. Kutulis sebuah status yang sedikit mengarah tentang perasaanku kala itu, baru 2 detik aku update status, sudah ada yan mengomentari. Aku kaget, karena yang mengomentari tak lain adalah Kak Hisyam, yap..kakak kelas yang sempat membuatku kelabakan tadi di perpustakaan. Terjadilah komunikasi yang cukum intensif. Kak Hisyam sangat baik. Dia selalu memberiku motives padaku untuk tetap semangat. Akupun juga sering bertemu dengannya ketika di mushola sekolah. Semakin hari, kita semakin dekat. Jujur, aku nyaman dekat dengannya. Entah sampai kapan aku akan bertahan di posisi ini. Diposisi dimana aku memanjakan nafsuku. Syeitan benar-benar sukses merajai fikiranku. Aku melancarkan aksiku ini tentu tanpa sepengetahuan ke empat sahabat karibku. Aku tahu, jika mereka tahu pasti mereka akan marah. Karena kita ini sudah berkomotmen untuk menjaga jarak dengan yang bukan mahrom. Selain karena kita anggota rohis, kita juga sudah berjanji pada diri kita masing-masing untuk menjadi remaja muslimah seutuhnya. Tapi, aku melanggarnya, aku mulai berani berkomunikasi dengan yang bukan mahromku walaupun tidak secara langsung. Tapi samasaja, aku telah terbawa nafsu.
Lambat laun, serapih-rapihnya aku menyembunyikan semua masalahku ini, akhirnya teman-temanku itupun mengetahuinya.  Reaksi mereka tak sengeri yang aku kira, mereka justru menggodaku seperti biasa.
“Cie,,, wall nya penuh Kak Hisyam semua tuh…?” Tanya Aisyah menggodaku.
“Biasa aja deh…” jawabku dengan sedikit gemetar.
“Gak ada yang biasa tauk… ! “ sahut Hafsoh.
“Cerita donk Ya’??” tambah Sintin
Tapi, karena aku tak mau dianggap sebagai penghianat, aku tak mau bercerita sedikitpun pada mereka. aku benar-benar menyimpan perasaan ini dengan sangat hati-hati. Singkat cerita, Hafsoh, Sintin,Aisyah dan Bella percaya padaku.
Semenjak itu, aku hanya berkomunikasi dengan Kak Hisyam melalui inbox fb saja. Pikirku , dengan begitu rahasia ini akan aman. Namun, karena kecerobohanku tidak mengeluarkan akun FBq ketika OL di multimedia sekolah. tanpa sengaja Hafsoh membaca semua isi perbincanganku dengan Kak Hisyam. Dan seketika semua rahasia yang kependam begitu rapat terbongkar juga, lucunya semua itu kareba ulahku sendiri. Subhanallah , Allah benar-benar luar biasa, ini cara Allah untk menuntunku kembali ke jalan yang benar. Hafsoh benar-benar marah besar. Bukan apa-apa, dia merasa dibohongi. Tepatnya kemarin, ia menyambangiku yang tengah asyik membuar karya tulis di taman belakang sekolah. Dia marah, dan aku belum pernah melihat Hafsoh semarah itu. dan selama hamper 2 hari, mereka terkesan memijokanku Puncaknya hari ini , kali ini Hafsoh bersama Sintin, Bella, dan Ais. Aku panic, aku takut, aku tahu aku salah, tapi aku tak tahu harus bagaimana??
“ Aya’ jawab… !!” suara keras Hafsoh membuyarkan lamunanku, aku masih saja terbayang-bayang kesalahanku di hari yang lalu.
“a .. a.. aku.. aku tahu aku salah, aku tahu aku memang penghianat, aku tak bisa menjaga hatiku seperti yang kujanjikan dulu pada kalian. Dan aku membohongi kalian. Tapi, semua itu kulakukan karena aku gak mau kehilangan kalian,,, aku gak bisa tanpa kalin.. apa aku salah???? Aku salah ?????????” tanyaku sambil menangis sejadi-jadinya.
“Aya’ sayang, kamu gak perlu menyalahkan dirimu sendiri, percuma…kamu tenang dulu ya,,” kata Bella sambil mengelus-elus pundakku.
“Aya’,,,,, kenapa musti takut ? kami bukan manusia yang tidak berperasaan, kami tidak pernah menyalahkanmu .. jatuh cinta itu wajar Aya’, tapi bukan berarti lalu kamu seenaknya sendiri memanjakan rasa itu. kamu harus segera menghentikannya, sebelum semua terlambat…lagian percuma juga kamu sembunyi-sembunyi, Allah tetap tahu apa yang kamu lakukan. Lakukan semua karena Allah, takutlah pada Allah buka pada kami. kami begini karena kami menyayangimu Aya’..karena kami juga tak mau kehilanganmu..” jelas Hafsoh dengan nada lembut, sembari memegang erat pundakku.
“iya Aya’… kami ini selalu siap jadi tempatmu meluapkan segala macam unek-unekmu. . jujur kami kecewa karena kamu bohong, tapi kini kami pun tak sadar tak ada gunanya mungungkit-ungkit yang sudah terlanjur terjadi.. kami sadar, mungkin tidak semua hal bisa kamu luapkan bersama kit..” tambah Ais sambil tersenyum padaku..
“yas sudah, kita perbaiki yang masih bisa diperbaiki ya,,, jangan mengungkit yang lalu.. yang lau biarlah berlalu… kita baikan lagi ya… sebelum 3 hari hlu,,,,mungkin kita-kita juga kelewat over protek ma kamu Ya’, kita kelewat kasar juga , kita minta maaf.. introspeksi masing-masing aja ya…”
Kami berlimapun tak kuat lagi menahan air mata ,, sambil menangis kami berpelukan, menandakan bahwa kita sudah kembali seperti dulu.

Dalam hati, aku berjanji untuk lebih hati-hati menjaga hati. Mulai saat itu aku tak lagi berkomunikasi dengan Kak Hisyam. Bukan untuk mengibarkan bendera permusuhan, melainkan benar-benar untuk menjaga hatiku. Jujur, aku masih menyimpan rasa padanya, tapi takakanku ikuti hawa nafsuku, aku tak mau jatuh di lubang yang sama. Semua kulakukan insyaAllah dengan ikhlas dan semata mengharap rihda Raabku…


Jangan menyalahkan perasaanmu ketika rasa itu menghampiri hidupmu… tapi, batasi semua tingkah laku serta perasaanmu agar tidak berkelanjutan… jangan sesekali menyalahkan siapapun, , jangan menyalahkan dirimu sendiri ataupun seseorang yang berhasil membuatmu merasakan cinta. .. ^^

SANLAT PART 3... ^^

Sabtu, 4 September 2010
06.00 wib.
@ aula barat

Hari ini semangat banget.. ^^… apalagi setelah lihat wajah dan keceriaan my parman.. kekeke, bikin semangat makin meletup-letup. Walaupun ada beberapa personil pengampu yang terpaksa absent karena harus mudik. Tapi, tekatku pengabdian terbaikku… jiahahaha,, kok malah pks ini.. ^^.. hehe,,, hem.. hari ini pintu depan gak bisa kebukak lagi, nah lho. . juru kuncinya juga gak bisa bukak.. widiw.. tapi ternyata ada yang berhasil bukak .. dan dia adalah …. Jeng ..jeng… si “x”… saya gak tau soalnya,,, hehe.. kali ini terpaksa ukh yunita harus lengser dari jabatan semula sebagai juru kunci pintu depan aula,, kekeke..*sing sabar ya ukh.. ^^*.. setelah beberapa lama uplek ra nggenah di depan aula, kita baru nyadar kalo ada koran-koran yang ditempel di jendela-jendela. Hem,, ada apa ya ? *mesti udah pada tau yak ?? iyupi,,, bener –bener , mau ada SBT ..
Lagi . lagi , dan lagi , lagu saya diputar lagi.. kekeke
Demi cinta-Mu ya Allah Pada Muhammad nabi-Mu Ampuni dosaku Wujudkan harapanku Ya Rasullallah
Siapa yang cinta pada nabinya Pasti bahagia dalam hidupnya
Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku Aku rindu aku rindu kepadamu Muhammadku
Kau yang mengaku cinta kepada nabimu Kau yang mengaku merindukan nabimu Jika kau benar-benar cinta dan rindu kepada Muhammad nabimu Buktikan Taati perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya Teladani akhlaknya Niscaya kelak kau akan berjumpa dengan Rasullallah Niscaya kelak kau akan berkumpul dengan Rasullallah
Kau ajarkan hidup ini untuk saling mengasihi Ku tanamkan dalam hati kuamalkan sejak dini
Engkaulah nabi pembawa cinta Kau bimbing kami menjuju surga
Seperti kemarin juga, adik-adik dipersilahkan masuk ke dalam ruangan aula sambil diiringi lagu Rindu Muhammadku.. ^^.. nah, setelah semua adik-adik duduk rapih dan tenang , acara dimulai. Untuk hari terakhir ini, yang pakai celana jadi nambah,,, T.T, jadi 6 orang. Tapi ZAINAB tertib donk.. ^^.. acara pertama hari ini absentsi. Hem.. ZAINAB harus rela melepas dua personilnya, dek Widya C. tidak bisa hadir karena sakit dan dek Pratiwi sedang ada urusan terkait dengan lombanya. Tak apalah, yang penting terus semangat …!!!^^.. acaranya  kemudian sholat dhuha..dilanjutkan baca Al Qur’an, tapi kali ini agak beda. karena bacanya persantri.. ^^.. kebetulan, ZAINAB selesai lebih awal, karena hari ini hari terakhir, saya gak mau melewatkannya begitu saja. Adek-adeknya minta saya buat crita, weleh,, jadi bingung saya. Hehe.. Ya udah, saya ambil tema yang sekiranya lagi nge hot banget di kalangan remaja. Yupy ‘pacaran’.. dari satu tema itu, mbladrah tekan ngendi-endi. Malah sempet juga buat promosi rohis untuk yang kesekian kalinya.. hehehe.. * gak boleh bosen ..^^*.. sebenernya masih pengen sharing lagi, tapi waktunya mepet euy… ^^.. kemudian, hijab dibukak dan mendengarkan pembahasan baca Al Qur’an oleh pak Suryo. Alhamdulillah di season ini, nambah ilmu lagi.. ^^.. acara lanjut lagi, bisa dibilang puncak acara hari ini.. SBT.. yang disajikan oleh Bp Asfari. . pada season ini pengampu diberi tugas untuk berbaur bersama kelompoknya.. *aye… duduk paling depan… ^^*. Pada season ini, seluruh santri maupun panitia yang ada di dalam ruangan itu diminta untuk menonaktifkan hp. Tapi tetep aja ada yang gak patuh, bahkan dari pihak panitianya sendiri.. kebiasaan yang aneh melanggar peraturan yang dibuat sendiri.. T.T.. lanjut aja ya, lupakan mereka.. ^^.. awal-awalnya pas SBT jujur nguantuuuk tenan, hehe…. Biasane wira wiri gek ini duduk manis di depan .. ckckck…. Tapi nikmati saja.. mencoba untuk memfokuskan pikiran, mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an dan menyenandungkan Asmaul Husana. Nah, di bagian orang tua nih, bikin mewek lagi… Hikz. Hikz.  Alhamdulillah, hari ini lebih bisa menahan, isin lah di antara adik-adik mosok nangise paling heboh. Kekeke.. ^^.. *tapi jane gak masalah sih, wong jadi anak smp saja saya masih sangat amat sanga patut.. ^^*..

Pada bagian kasih sayang pada orang tua, kita semua diminta memejamkan mata, dan pertama kita diperintahkan membayangkan wajah ibu kita, membayangkan saat ibu kita tersenyum, kemudian sedih dan menangis karena ulah kita.. tes.tes,tes. banjirrrr…!!! Tanpa disadari rok saya udah basah aja kena tetesan air mata saya. Saya merasakan ibuk benar-benar hadir dihadapan saya, saya masih sangat hafal gurat-gurat wajahnya, hem… nampaknya saya benar-benar terbawa suasana..
Kemudian, belum kering air mata ini, kita sudah diminta untuk membayangkan wajah bapak kita sendiri-sendiri. Kembali… tes.tes.tes. hem,,, banjirrr lagi.. bapak pahlawan hidupku … ^^*I luph iu pak, bukk cz of ALLAH…^^*

Ada beberapa hal yang bisa dipetik, terkadang mungkin kita memang tidak pernah melukai orang tua kita secara fisik. Seperti menendang, mencakar , atu menampar. Tapi, tanpa kita sadari. Ketika kita tidak mau menuruti mereka, ketika kita mengacuhkan mereka , ketika kita membudakkan mereka, ketika kita tak lagi menghargai mereka. taukah kalian ?? pada saat itu luka yang diderita orang tua kita bahkah lebih sakit dari hanya sekedar tamparan, tendangan, atau cakaran saja. Mereka sakit teman, hati mereka terluka.. anak yang diperjuangkannya selama ini.. telah berubah menjadi anak pembangkang yang tak bisa dibanggakan lagi. Dan fatalnya , terkadang seorang anak baru menyadarinya ketika orang tua mereka tak lagi bersamanya,, Naudzubillah.. *yuk…kita perbaiki yang masih bisa kita perbaiki… ^^*..
Kemudian, setelah orang tua. Kita harus ingat sahabat-sahabat kita, yang mungkin tanpa kita sadari sudah sangat sering kita sakiti.. *buat teman-temanku semua,,, maafkan saya,,, banyak khilaf yang telah saya lakukan… luph iu all cz of Allah,,, kalian yang membuat hidupku jauh lebih bewarna,,, ^^*…

 hem… sedih sedihnya udahan yak,,, lanjut ke Watashiwa aja yuk .. ^^ wadah tausyah siswi kelas tiga..  nah, nih acaranya udah mulai ceria lagi.. ^^..
habisnya dapat doorprise gituh… sayangnya mb muthy cuma bentar, tapi gak papa ,,, tetep semangat… !!! ^^.. nah, sebenernya acaranya belum selesai, tapi harus kepotong sama penutupan dulu… ^^… gak papalah.. nah, abis penutupan acara lanjut lagi… bagi-bagi doorprise….. !!!! pas saya ngabsen ZAINAB, katanya belum pada dapet, dan kebetulan masih ada 2 bungkusan,,, pas dikasih pertanyaan yang angkat tangan saya, yang heboh saya, tapi yang maju dek Sita sama dek Arum.. gak papa ya cuma 2 yang penting dapat… ^^..  usai absentsi terus salam-salaman… saya minta maaf nggih kalo udah banyak salah kepada seluruh manusia yang ada di acara ini… hehe…^^..
nah, setelah adik-adiknya pada pulang, kita bersih-bersih… selesai bersih-bersih kita sempatkan kumpul-kumpul dulu.. bercanda melepas penat.. hehe,,, setelah puas ngguyu, saya dan ukh apri meluncur ke masjid Taqwa buat sholat,,, hehehe… kita berdua berkelana suka suka… hemmmmm….. hari terakhir penuh dengan cerita… gak kerasa, tenyata 3 hari cepet banget ,,,, ^^… kita juga sangat menyadari masih bayyak kekurangan sana sini, mohon bantuannya nggih untuk memperbaikinya di tahun depan,,,, selamat liburan… ^^V

SANLAT PART 2

Jum’at, 3 September 2010..
06.00 wib
@ aula barat..


Hari kedua sanlat smansa.. ^^

 Alhamdulillah, hari ini dapat tebengan jadi gak jalan kaki... ^^V..


Sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Selalu saja pintu paling depan gak bisa dibukak, ,, jadi repot kalo cuma satu pintu aja. Tapi gak masalah, harus tetep senyum.. ^^.
Ih, Alhamdulillah, ukh yunita bisa bukakin, mulai saat itu ukh yunita dinobatkan sebagai juru kunci pintu depan aula. Haha.. ^^,,,
Setelah semua pintu terbuka, kita putuskan bersih-bersih dan merapikan tikar . biar rapih gitu. ^^.. tambah semangat karena laguku diputar terus, sampek pada bosan tapi saya tetep aja suka..hehe…^^
Demi cinta-Mu ya Allah Pada Muhammad nabi-Mu Ampuni dosaku Wujudkan harapanku Ya Rasullallah
Siapa yang cinta pada nabinya Pasti bahagia dalam hidupnya
Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku Aku rindu aku rindu kepadamu Muhammadku
Kau yang mengaku cinta kepada nabimu Kau yang mengaku merindukan nabimu Jika kau benar-benar cinta dan rindu kepada Muhammad nabimu Buktikan Taati perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya Teladani akhlaknya Niscaya kelak kau akan berjumpa dengan Rasullallah Niscaya kelak kau akan berkumpul dengan Rasullallah
Kau ajarkan hidup ini untuk saling mengasihi Ku tanamkan dalam hati kuamalkan sejak dini
Engkaulah nabi pembawa cinta Kau bimbing kami menjuju surga


 nah sambil diiringi lagu Rindu Muhammadku, adik-adik masuk aula, dan acara segera dimulai. Acara pertama ngaji bareng, dilanjutkan sholat dhuha dan      setelah itu pembagian doorprise.. sedih karena ZAINAB belum ada yang kebagian. Karena tempatnya yang berada dipojok, jadi sulit terjangkaau..^^.. Hem…  tapi kita tetap semangat ,,,, !!! ^^… selesai bagi-bagi doorprise lanjut denger tausyah dari Pak Pri, , jujur pas ini saya kurang memperhatikan,,, ^^,, saya malah sibuk nyari sandal yang unik buat difoto-foto sama ukh yunita,. *jiant, kurang gaean tenan.. kekeke*… lanjut aja yee,,, langsung ke tausyahnya pak abu… nah, ininih… ngeri… ! ! ! ada beberapa hal yang bisa dipetik, Alhamdulillah nambah ilmu… ..

  1. Menuju mati, hem.. pokoknya tentang mati deh… air mata bercucuran deras banget pas season ini.. hikz . hikz.
  2. jangan pernah tinggalkan sholat.
  3. cara wudhu yang benar dan gerakan sholat yang benar.
Hem… season ini sukses buat saya nangis sejadi-jadinya.. makasih buat ukh indah yang bersedia menenangkan saya. Luph iu my parman,,, ^^..  hado.hado. malah saya terlihat paling heboh nangisnya…*ngetok-ngetoki kakean dosa..kekeke*.  ukh nur kelihatan menitihkan air mata juga, katanya gak kuat ama musiknya.. *abot po py musik’e ??hehehe..*.. yap, tapi bener-bener ngefek banget nih sesasonnya. Pengennya lebih lama lagi tapi karena durasi jadi ya terpaksa..kekeke..
Usai menangis-nangis ria, kita dengerin khotbah dari bapak suryo dan  sholat jum’at.. abis sholat setiap pengampu seperti hari kemarin dikasih kewajiban buat ngabsen adik-adiknya. ZAINAB ,,,komplit.. sempat juga tanya sama adik-adik soal tausyahnya , katanya pada berkesan,,, Alhamdulillah…^^… akhirnya hari kedua selesai ,,,, pulaaang…. ^^…

SANLAT PART 1

3 hari bersama kalian….. ^^



SANLAT SMANSA….1431 H


Kembali mengais sebuah pengalaman berharga melalui organisasi yang mulai kugeluti sejak kelas X, tapi baru benar-benar kutekuni semenjak kelas XI ini.. yap ROHIS…. ^^… di organisasi ini, kudapati banyak hal berharga yang kuyakini hanya akan kudapati di sini… ^^…


Di bulan Ramadhan ini, seperti tahun-tahun sebelumnya akan diadakan Pesantren Kilat… awalnya, setelah pembentukan panitia kita semangat banget bakal nginep bareng-bareng. Tapi, karena ada suatu hal jadi acara nginepnya pending dulu  entah sampek kapan,,, padahal saat itu udah pesen menu maem buat sahur dan buka *urusan makan pasti pertama…hehe..^^*… Alhamdulillahnya pesanannya bisa dicancel, aman dah.

Tapi, karena acaranya akan diadakan pada tanggal 2-4 September 2010 masalah baru kembali muncul. Karena pada tanggal tersebut sebenernya masih masuk sekolah, jadi kita-kita para panitia harus siap ketinggalan pelajaran. Dan, sayangnya ada beberapa siswi yang memang benar-benar tak bisa melewatkan pelajaran untuk 2 hari saja. Secara kan tanggal 4nya udah libur..hem, rasanya udah keabisan akal lagi, mau mbujuk juga kayaknya udah percuma. Kalo saya mah, urusan ninggalin pelajaran gini semangat 45 dah,,,, *wes ra pinter keset sisan, komplit tenan..kekeke*..

Alhamduillahnya ada 10 siswi yang sudah sangat berkomitmen untuk tetap meninggalkan pelajaran. Prinsip kita “ KALOK BUKAN KITA SIAPA LAGI?????” ditambah semangat dari mbak2 rohis yang care abis ,, selalu ngasih semangat yang selalu bisa bikin kita bertahan dan yakin kalo badai pasti berlalu… ^^.. jadi inget kata mbak norma “kalo berorganisasi harus siap meninggalkan pelajaran”,,, ^^… jadi obat jitu tuh saat malas datang mendera. lagian , kita kan juga melaksanakan amanah, PD aja lagi…hehe..

Pencarian akhwat-ahwat yang rela untuk mengorbankan jam pelajarannya untuk SANLATpun dimulai… !!!!!!!pada waktu itu tinggal beberapa hari lagi, jadi kita harus bener-bener cepet.

Pertama, promosi sana sini, kasih pengertian, dan ujung-ujungnya minta tolong. Kalo gak mau harus didesak sampek mau, kalo perlu diancam…hahahaha *gak denk, kita berperasaan kuq, tenang saja.. ^^*..
Dengan wajah super melas, dan nada yang halus penuh ketenangan kita coba minta pertolongan . Alhamdulillah, ada beberapa sisiwi yang dengan ikhlas mau membantu, bahkan rela ikut ulangan susulan.. good job ukh, I like it… ^^…

InsyaAllah, untuk masalah pengampu sudah  bisa teratasi. Ininih yang namanya perjuangan beneran,,, keren banget dah… ^^…
Demi lancarnya acara ini kita bikin rapat terakhir pada tanggal 1 September spulskul di azhar , yang membahas tentang kesimpulan rapat-rapat yang lalu. Sebenernya agak jengkel, rapatnya pada nyleneh , ramenya ,,, MasyaALLAH… T.T.. tapi ya sudahlah, , sabar saja.. acara berikutnya bungkus doorprise.. pasti beruntung deh yang dapat bungkusan dariku… *hehe…^^*.. wih,, gak kerasa jamnya nylonong aja. Tau-tau udah jam 16.00 aja. Setelah sholat kita pulang deh… nyiapin segala sesuatunya buat besuk,,,, ^^. Terutama nyiapin mental.








Kamis, 2 September 2010…
06.00 wib.
@ aula barat…


Wah,,,,, baru nyampek udah bikin jantung serasa mau copot…kata ikhwan..banjir!!!!!!!....
Widiw, buru-buru deh meluncur cari pel ke azhar bersama laili.. *ngebut’e ram, nek aku gogrok pie jal? Haha…*… eh, ternyata hanya trocoh,,, ^^.. tapi karena waktu yang lumayan udah mepet kita tetep aja masih panic.. hehe.. ditambah tikarnya kurang juga. Untung ada wonderwoman yang siap usung-usung tikar .. joz deh kalian.. akhwat-akhwat tangguh… !!!^^.. Alhamdulillah kelar, adik-adik tinggal masuk aja.. lenggah yang manis dan  mengikuti setia acara dengan seksama.. ^^..
Kemudian, setelah pembukaan dan sambutan dilaksanakanlah pembagian kelompok. Saya kebagian jadi pengampu kelompok 1 ZAINAB…. ^^. Bersama partner saya ukh yunita ,,, hehehe,, setelah jadi satu lingkaran besar, karena 1 kelompok isinya 19 anggota . lucunya kuq ada yang hindu ya?? Heheh,, tapi aman, udah diganti kuq.. nah, perkenalan dari saya dimulai. Agak repot nih, selain postur tubuh saya yang mungil abis, dan suara yang nyaring pula. Membuat adik-adik ndak bisa konsen karena terkesima melihat saya .. *hahahahah< padahal ra ketok dan ra krungu… *,,, terpaksa saya musti setengah berdiri, itupun kesannya saya masih seperti duduk. Hahahaha,,,, yah , akhirnya saya berdiri, itupun kesannya masih gak keliatan… wkwkwkw* lebei, emange aku liliput po?? Wkwk”.. adik-adiknya asyik, aktif, jadi cepet akrab kita… ^^.. setelah, saya ngomong panjang lebar, saya baru inget kalo ukh yunita belum perkenalan.. hoho.. akhirnya ukh yunita kenalan deh tuh ma adik-adiknya,,,, ^^… setelah itu, adik-adiknya saya minta buat ngisi bodata. Sambil nulis sambil sharing. Asyik deh, terjadi komunikasi yang hangat,, Alhamdulillah kembali merekatkan ukhuwah… ^^… makasih adik-adik ZAINAB… ^^.. usai acara itu kemudian para pengampu diminta keluar barisan… *halah, ky mos ae.. ^^*.. nah abis itu ada tausyah dari Pak Suryo.. selama tausyah , saya malah sibuk sendiri wira wiri sana sini.. hehe.. tausyahnya sempet ngaret lama ,,, jadi ya saya putuskan untuk baca-baca buku dulu.. ^^.. selesai tausyah dilanjutkan diskusi dan presentasi. Tadi pas perkenlan ukh yunita juga sudah membacakan tema untuk kelompok ZAINAB. Yaitu “busana ketat dan celana pensil  menurut islam”. Nah, adik-adik dikasih waktu 15 menit buat membuat teks tausyahnya.. kelompok ZAINAB kelbali yang pertama, kami mengirimkan dek Sita buat presentasi. Good job dek,, keren… ^^.. nah, setelah kelompok 1-10 udah presentasi tinggal giliran Bu Eka menanggapinya. Alhamdulillah di season ini nambah ilmu cukup banyak.. ^^.. acara nya lanjut sholat dhuhur… ^^..selesai sholat dan do’a para pengampu diminta untuk kembali masuk barisan dan ngabsen.. ^^ .. ZAINAB saya nyatakn komplit dan boleh pulaaaaang…. ^^… Alhamdulillah hari pertama cukup lancar, walaupun masih ada yang perlu diperbaiki di banyak bagian,,, hehehheheh… ^^V