my story

Minggu, 18 Desember 2011


 Kau tahu satu alasan kenapa aku masih mampu menulis hingga detik ini??
Itu karena kalian!!
Entahlah, ada apa dengan diri kalian. Tapi kurasa kalian sudah menjadi bagian dalam hidupku. Kedengarannya lebay ya, persis dengan tingkahku. Tapi nyatanya memang begitu, kawan. Aku bukannya sedang mendramatisir atau pun membual. Aku hanya sedang mengungkapkan apa yang aku rasakan tentang kalian.
Dengarkan ceritaku yaa.. emb, bukan maksudku baca ceritaku yaa..
Sudah hampir setengah tahun kita berpisah, ku kira aku akan segera beradaptasi dengan kelas baruku beserta makhluk-makhluk penghuninya. Namun sayang, itu hanyalah hipotesis yang salah besar! Setiap hari, aku hanya menunggu bel masuk, tapi kadang tidak ,karena aku datang on time. Lalu aku mengikuti pelajaran dengan ala kadarnya, mendengar, mencatat, dan hilang bersamaan bel ganti pelajaran. Kini aku duduk di bangku paling pojok belakang, kawan. Aku tidak lagi menempati bangku paling depan. Lalu aku selalu menanti bel pulang sekolah.  Ada yang hilang, tentu itu kebersamaan kita.  Tapi, aku juga kehilangan tujuan hidup bersamaan dengan jalan hidupku yang semakin hari semakin monoton. Tidak ada lagi crayon warna-warni yang mewarnai kanvas hidupku. Huh,, ternyata kalian semendominasi ini dalam perjalanan hidupku. Tapi, aku selalu  bersyukur pada Tuhan, karena saat aku jatuh dan tersungkur ada saja tingkah dari kalian yang membuatku berdiri lagi. Kalian seperhatian itu yaa denganku. Aku masih ingat saat kelakuanku tak sewajarnya seperti wanita remaja pada umumnya, Ibnu , Pandu , dan Retno sering sekali menegurku. Katanya aku terlalu maco untuk ukuran seorang wanita, apalagi kalau aku sudah heboh teriak-teriak. Ahh, ternyata masih ada yang memperhatikanku dan mengingatkanku. Lalu Ain,Ratih,Oni, Indah,Eka, Rembe dan lainnya merekalah yang sering meyakinkaku bahwa aku punya kemampuan. Kadang nggak nyangka juga, orang segila Oni bisa sebijak itu. Lain halnya denga Heru, kata-katanya sering sekali mak jleb di hati, aku rasa selain berbakat jadi musisi atau politisi dia juga berbakat untuk menjadi seorang penyair. Kalau Rachmat, dia itu paling enak diajak diskusi pas semesteran, haha. Si Leha belakangan juga perhatian banget. Mereka semua kerenlah. apalagi saat kesuntukan mendera sebagian penghuni kelas, Oni, Toni, Heru, Nanung, dan lainnya sering sekali membuat lelucon dari tingkah aneh mereka yag berhasil membuat seisi kelas tertawa lepas. Hahahaha, saat-saat menggila dengan kalian adalah saat di mana kebahagiaan itu nyata untuk kita rengkuh bersama. Hemh, banyak sekali aksi gila yang menurutku terlalu indah untuk dilupakan. Di penghujung kebersamaan kita, solidaritas itu semakin terasa, semakin erat. Aku bahkan mengnggap perpisahan kita adalah mimpi buruk yang tak ingin aku lalui. Tapi , beginilah takdir memisahkan kita dengan begitu cepatnya. Foto-foto dan video-video yang sudah kita buat selama setahun adalah dokumentasi yang sering sekali mnguatkanku. Kini, kejenuhan kerap kali melingkupi hidupku. Puncaknya ketika akhir semester satu. 17 Desember 2011 sepertinya adalah hari kematianku. Hasil rapot yang dibagikan kepada orang tuaku adalah hasil rapot terburuk sepanjang zaman. Jangankan Bapak, Mas atau pihak mana pun yang kecewa padaku, aku jauuuuuh lebih kecewa dengan diriku sendiri. Ingin rasanya memutar waktu, ahhh….tapi sia-sia!!!!
Aku kembali jatuh, meratapi nasib, menangis, dan tak punya tujuan. Ini adalah tahun yang berat, aku sudah kelas 3 tapi aku semakin bodoh saja! shit! Aku hancur, hancur sehancur-hancurnya. Aku malu, aku takut, aku kelu, aku muaaaaaaaaaaaaak!!! Aku  dipaksa bodoh oleh kemajuan teknologi, mereka yang punya nilai tinggi sebagian ada yang menghalalkan segala cara untuk medapatkan nilai sempurna. Shit!! Aku kalahh… ! sayangnya, Masku tak pernah mau tahu alasnku bisa mendapatkan hasil seburuk ini. Yang dia tahu aku kini bodoh, , alasnku tak pernah ia dengar! Ahh, ya sudah.. buat apa terus menjelaskan padanya , hanya buang-buang waktu.
Saat aku ngedrop, dukungan dari teman-teman tak hentinya mengalir. Ini menambah kerinduan yang teramat sangat pada mereka. Aku muak di kelas baru, aku tidak sejalan dengan jalan pikir mereka! Aku tak sevisi misi dengan mereka! Bahkan aku tak tahu apa yang sering mereka tertawakan dan mereka anggap lelucon. Tapi  aku terpaksa tertawa agar tak dianggap manusia aneh! Shit, kini hidupku dilingkupi oleh kemunafikan dan sandiwara. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!! Aku terjebak oleh ketidak nyamanan! Aku dipaksa tunduk oleh kekalahan! Aku jadi yang paling terakhir di antara mereka. Dan semua orang memojokanku dan memaksaku mengaku bodoh! Bukan, bukan semua orang, teman-temanku kelas 2 tidaak! Mereka tetap merangkulku dan menuntunku , membantuku agar dapat terus berjalan. Kalian ini luaaar biasaaaaa!!!!!!! Terima kasih…
Hingga detik ini aku masih merasakan hal yang sama……………………………………………………………………………………………
Tuhan tolong lepaskan aku dari mimpi buruk ini……………..


0 komentar:

Posting Komentar